Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

AADC 2 dan Finding 'Dory'

Mungkin ketika post ini dipublikasikan, film-nya sudah diputar di bioskop beberapa hari yang lalu ( atau bahkan sudah tidak tayang lagi dibioskop )

Meskipun begitu, aku mau bilang kalau kedua film ini sangat bagus. Keduanya dapat 4 dari 5 bintang dari aku.

 
Pictures were taken from Google.com

Faktanya, AADC 2 adalah film pertama yang aku tonton pada tanggal premier film-nya. Antrian tiketnya panjang. Antusiasme masyarakat sangat hebat untuk film ini. Aku tidak menyesal antri cukup lama karena film-nya sangat romantis  ( ya, salah satu genre favoritku adalah drama-romantis ). 
Meskipun cerita akhirnya sebenarnya bisa ketebak, tapi hebatnya film ini membuat aku punya alternative ending saat menontonnya. Juga, yang aku suka dari film ini adalah menampilkan keindahan alam Indonesia beserta tempat wisatanya, khususnya yang berada di kota Yogyakarta. Tak hanya itu, beberapa tempat makan yang khas yang bisa dicoba di kota pelajar itu juga ditampilkan. 

Aku nggak bisa cerita banyak soal cerita film-nya itu sendiri karena mana tahu ada yang belum menonton film ini dan tidak mau di spoiler.

Hal yang bisa, saya pribadi, pelajari dari film AADC 2 ini adalah :

1. Bagaimana pun masa lalu sahabatmu ( selama dia tidak melukai / menjahatimu ). Dia tetaplah sahabatmu. [ Ya, logikanya, mana ada orang yang dibilang sahabat kalau jahat sama sahabatnya sendiri... hmmm... ).

2.  Ketika Karmen dan Cinta ada clash sedikit, dan kemudian baikan, di sini saya juga belajar betapa pentingnya kedewasaan dalam mengontrol emosi dan saling memaafkan.

3.  Indonesia. Negeri penuh keindahan alam yang sepatutnya kita, sebagai warga berusaha untuk menjaganya. Tidak perlu gerakan yang sangat besar, yang penting, mulailah dari hal yang paling simple terlebih dahulu ( e.g buang sampah pada tempatnya )

4.  Kalau cinta, jangan gengsi. Kalau cinta usahalah. Kalau dianya gak cinta, lepaskanlah.

Maju terus per-film-an Indonesia :D

Ok, kita lanjut ke film Finding Dory.

Seperti biasa, film kartun dari Disney dan Pixar sangat bagus. Apalagi film ini film keluarga banget. Semua umur bisa tonton... ( Saya saja yang sudah kepala dua dan masih jomblo ini aja masih kegirangan kayak anak kecil pas nonton film ini. Belum lagi, aku dikelilingi sama anak - anak kecil saat menontonnya...----> #merasamuda kembali #tersipumalu )

Untuk Ending-nya... ketebak dan mengharukan :')

Hal yang bisa saya pelajari dari film ini adalah...

1. Orangtua adalah malaikat kita selama di dunia ini :')
2. Kita bisa kalau kita mau berusaha.
3. Orang - orang yang sayang dan baik sama kita adalah yang percaya pada diri kita, menerima kita apa adanya, dan melindungi kita....

kalau mau tau ceritanya, silakan nonton sendiri. Bagus. Dijamin nggak nyesal :D

Ok, deh... sekian dulu ya...  Teman - teman semua :D

Sabtu, 09 Januari 2016

Review Film - Single ( 2015 )


Judul : Single
Produser : Sunil Soraya
Sutradara : Raditya Dika, Suni Soraya
Tahun rilis : 2015



Akhirnya, sehari setelah ujian akhir blok, saya dan teman saya ( cewek, kok... tenang saja... masih jomblo ... ) yang juga jomblo menonton film yang berjudul 'Single' lengkap dah tuh triple 'Jomblo'.

Inti ceritanya, berawal dari Ebi ( Kak Radit ) yang patah hati karena gebetannya, Vani, yang memberikan surat pesta pernikahannya ( Akad pernikahannya sendiri sudah dilangsungkan, a.k.a dia sudah menikah ). Ebi tidak menyerah untuk mendapatkan pacar. Mulai dari usaha mendekatkan diri dengan cewek - cewek di club ( salah satunya Kak Pevita ), meski ditolak, sampai akhirnya bertemu dengan Angle ( Annisa Rawles ). 

Pas melihat Angle, aku langsung bilang ke temanku, " Eh. mirip teman kita ya, si Fir*y. " Teman aku malah bengong ? " Hah ? Yang mana ? " Aku tepok jidat, ternyata temanku ini tidak kenal si Fir*y. Mereka ( Annisa dan Fir** ) sama - sama cantik. 

Kemudian datanglah karakter Bang Joe sebagai antagonis. Tujuan karakternya adalah : mempersulit si Ebi mendapatkan Angle.

Untuk selanjutnya, mending nonton sendiri film nya :p * ntar kebanyakan spoiler ga seru lagi...*

Nah, di sini, berdasarkan opini saya, seseorang yang sangat awam dalam bidang perfilm-an, film Kak Radit akhirnya jauh lebih rapi daripada film - film sebelumnya ( aku sudah nonton film Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu, dan Cinta dalam Kardus ). Pengambilan gambar dan setting tempatnya juga udah lebih enak dilihat. Akting Kak Panji dan Kak Babe juga sangat cocok dengan karakter yang mereka perankan. Akting Kak Radit sendiri sudah jauh lebih baik kalau kita lihat dari film pertamanya, Kambing Jantan. 

Untuk akting Kak Chandra a.k.a Bang Joe ( mungkin karena masih baru ), tidak seluwes di video - video youtube dan instragram Kak Chandra... Tapi, sudah terlihat kalau Kak Chandra memang punya bakat di bidang komedi. Untuk Annisa ( Angle ), aktingnya sudah lumayan :) meski masih ada beberapa part yang terlihat kaku. Tapi saya rasa karir mereka di dunia perfilm-an akan terus bersinar...  Ditunggu karya berikutnya ya... :)

Akting terbaik akan saya berikan kepada 'Mamanya Angle'. Walaupun scene beliau sedikit, tapi beliau sangat mendalami peran dan dapat menggambarkan dengan baik secara umum sebagai orang tua yang mulai mengalami penyakit Alzheimer. 

Ada part - part yang yang saya rasa sebaiknya perlu dibenahi. Misalnya di bagian awal - awal, ada yang menyorot pepohonan dengan time-lapse untuk menunjukkan perubahan dari pagi ke malam. Sebaiknya tidak usah pakai time-lapse karena yang terlihat hanya pohon yang berayun - ayun dengan backgorund berganti. Mungkin lebih baik jika time-lapse nya dihilangkan dan langsung menunjukkan perubahan perubahan background dari pagi ke malam atau, memakai time - lapse tetapi pengambilan gambarnya dibuat berbeda, misalnya melihatkan pohonnya keseluruhan dan pemandangan sekitarnya ( rumput, dll ). 

terus untuk scene ketika Kak Radit di tempat tidur, saya rasa editan jam yang untuk menunjukkan pergantian harinya masih kurang rapi. Mungkin bisa juga diganti konsepnya dengan jam yang lain  ( mis. jam asli ) dengan sudut pengambilan dari samping...

Terus, kata - kata Angle yang mengakatan kalau dia mau menjadi dokter agar 'berguna bagi orang lain'. Mungkin ada baiknya dicari alasan lain karena menurut saya semua peran, pekerjaan, pasti tujuannya juga sama, berguna bagi orang lain. Pekerjaan yang baik lain pun pasti berguna bagi orang lain. :)

Untuk adegan mobil meledaknya, aku suka :))

Untuk setting tempat acara pernikahan adiknya Ebi aku suka :)

* btw, adiknya Ebi ganteng ya... :3 #intermezzo *

Seperti biasa, pesan diakhir cerita ( sama seperti film - film sebelumnya dan kebanyakan cerita di buku Kak Radit ) adalah sebuah konsep yang sangat bagus dan jangan pernah dihilangkan :)

Akhir kata, saya bisa memberikan 3.5 point dari maksimum 5 point untuk film ini :)


Maju terus perfilm-an Indonesia :)


*Saya pun banyak belajar dari menonton film ini dan juga belajar cara meriview film yang baik. :D

- CN'15 - 

Jumat, 06 Maret 2015

Die Welle ( 2008 )





 Barusan saya selesai menonton film ini ( ya... sekali - sekali refreshing juga nonton film ). Nilai film ini menurut saya adalah 4 dari 5. Mengapa ? Memang terlihat film ini sederhana, hanya dengan setting tempat di sekolah, guru, dan murid ( yang dominan ). Tetapi, saya memberi nilai plus karena konsep dan inti dari film ini. Jarang - jarang ada yang memfokuskan pada tema psychology dan pemaknaan suatu terminology dan sistem di sekolah ( ya, maksud saya, kan banyak tuh yang drama cinta... hehehe ^^ ). Ya, cerita di film ini pemaknaannya itu tidak hanya sebatas lingkungan sekolah, tapi lingkungan yang lebih luas, seperti kehidupan sehari - hari.

Yang dapat saya ambil pelajarannya dari film ini : 

1. Sesuatu yang berlebihan, pasti tidak baik. Harus sesuai dengan kadarnya
2. Open-minded itu baik.
3. Tidak semua yang diinformasikan / yang diberikan itu harus ditelan mentah - mentah. Sebaiknya, kita mencernanya,

Sekian dulu ya...
Bagi yang belum nonton, bisa dimasukkan ke list film yang akan ditonton :)

- Cynthia Novelia -






Referensi Gambar :

 http://ia.media-imdb.com/images/M/MV5BODIzODYzNTM4OF5BMl5BanBnXkFtZTcwOTQ5MjQ4MQ@@._V1_SX640_SY720_.jpg